Ratusan Petani Tuban Kaya Mendadak, Ramai-ramai Borong Mobil Mewah

 

Ambon Bisnis, Ambon – Mendapatkan banyak uang memang menjadi impian bagi setiap orang. Namun, untuk mendapatkan banyak uang tidaklah dapat kamu peroleh secara instan namun secara bertahap. Kamu dapat menyisihkan sebagian dari penghasilan kamu agar uang yang kamu miliki dapat terkumpul banyak. Jika kamu tidak rajin menabung, adakalanya kamu tidak memiliki uang sedikitpun dalam kantong kamu.


Namun apa jadinya jika anda mendapat banyak uang dalam waktu sekejap? Laman cnn Indonesia melansir, sejumlah warga di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur berbondong-bondong membeli mobil mewah pada Minggu (14/2).


Para warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani tersebut mendadak kaya setelah menerima pembayaran pembebasan lahan dari Pertamina untuk proyek New Grass Root Refinery (NGRR).


Kepala Desa Sumergeneng, Gianto mengatakan setidaknya ada 225 warga yang menerima pembayaran pembebasan lahan. Kebanyakan dari mereka adalah petani.


"Tanah di Sumergeneng dihargai Rp600-800 ribu per meter oleh Pertamina," ujar Gianto dalam tayangan di CNNIndonesia TV, Selasa (16/2).


Paling tinggi para petani yang menerima uang pembebasan lahan bahkan mencapai Rp26 miliar.


Sementara itu, diketahui, para petani yang membeli mobil mewah adalah kloter terakhir penerima pembayaran dari pembebsan lahan. Sebab sebelumnya mereka sempat menolak tawaran pembebasan dari Pertamina.


"Itu memang sama temen-temennya atau kelompoknya itu yah pencairan terakhir yang lewat konsinyasi ngambilnya di PN itu bersamaan terus mereka merencanakan untuk membeli mobil juga bersamaan," ucapnya.


Gianto menyebut ada 17 truk masuk ke desa tersebut membawa mobil mewah yang dibeli langsung dari Surabaya.


Nah, siap-siap siapa tahu anda berikutnya menjadi kaya mendadak. Pantau terus update dari AmbonBisnis.com info bisnis tajam dan terpercaya. (AB001)


Tidak ada komentar:

Silahkan berkomentar...karena komentar anda sangat berarti bagi kami...^_^ salam Dari Redaksi