Waspada! Kredit Macet Bikin Susah Dapat Kerja



AmbonBisnis.com, JAKARTA - Viral cuitan di Twitter yang menceritakan sebanyak lima orang lulusan baru (fresh graduate) gagal mendapatkan pekerjaan karena kredit macet. Akun @kawtus menjelaskan bahwa mereka tidak lolos melamar kerja karena kelimanya memiliki skor kredit kolektibilitas 5 atau macet.


"Gilaaa. 5 orang freshgrad daftar di kantor tmptku [tempatku] kerja, kelimanya gak ada yang lolos karena BI Checking Kol 5. uwaww," tulis @kawtus di Twitter pada Senin (21/8/2023).

Sebagai informasi, BI Checking kini bernama sistem layanan informasi keuangan (SLIK). SLIK berisi riwayat pinjaman debitur, termasuk mengenai kelancaran angsuran.

Terkait kredit macet tersebut, belum diketahui apakah berasal dari perbankan resmi, pinjaman online, atau paylater. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan bahwa buy now pay later (BNPL) sudah terhubung dengan sistem layanan informasi keuangan (SLIK). Lantas jika ada tunggakan, akan mempengaruhi credit score masyarakat.

Perempuan yang akrab disapa Kiki itu menyatakan bahwa nantinya, data SLIK akan semakin terintegrasi dan riwayat kredit seseorang dapat terlihat dengan lengkap. Dalam hal ini, OJK tengah menggodok pembentukan pusat data Fintech Lending (Pusdafil). Nantinya, pengajuan pinjol akan terintegrasi dengan SLIK OJK. Hal ini akan menjadi masalah bagi mereka yang memiliki tunggakan pinjaman.

"Bagusnya semua terintegrasi, nggak bagusnya buat mereka yang bermasalah di pinjol itu masuk ke SLIK," katanya kepada wartawan, di Gedung Radius Prawiro, Jumat (19/8/2023).

Kiki mencontohkan orang yang sedang mendaftarkan kerja atau beasiswa dapat terpengaruh oleh riwayat credit score-nya. Tidak hanya itu, Kiki sebelumnya juga telah mengatakan dampak tunggakan pinjaman anak muda membuat mereka tidak bisa mendapatkan pinjaman untuk hal-hal yang lebih penting seperti Kredit Perumahan Rakyat (KPR).

"Beberapa bank kemarin mengeluhkan tanda kutip ke kami ini, anak-anak muda banyak yang harusnya ngajuin KPR rumah pertama, tapi nggak bisa karena ada utang di PayLater," pungkas Kiki.

Ia membeberkan bahwa nilai pinjaman anak muda ada yang sebesar Rp 300.000 dan Rp 400.000. Meskipun terbilang kecil, pinjaman-pinjaman yang kemudian menjadi tunggakan itu tetapi mempengaruhi credit score anak muda.

"Terus kemudian mereka kadang mau melunasi tunggakannya sudah tutup. Kadang-kadang jadi masih gantung, mau dihubungi susah dan lain-lain. Jadi itu mesti hati-hati, itu nyata di sekitar kita," pungkas Kiki. (AB001)

Baca artikel menarik lainnya dari AMBONBISNIS.COM di GOOGLE NEWS