Visi Misi Anies-Muhaimin, Targetkan Ekonomi RI 6,5%



Ambonbisnis.com, JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden 2024, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau AMIN, mengusung visi "Indonesia Adil Makmur untuk Semua". Untuk menggapai visi itu, keduanya pun menggariskan 8 misi yang disebut 8 jalan perubahan.


Dikutip dari dokumen Visi, Misi, & Program Anies Muhaimin, disebutkan bahwa makmur memiliki makna layanan publik terjangkau dan berkualitas bagi setiap warga negara, mulai dari kesehatan, pendidikan, perumahan, pangan, transportasi, energi, dan informasi.


"Indonesia yang makmur dan ditopang oleh industri kompetitif yang menghasilkan produk kelas dunia. Indonesia yang makmur disegani bangsa-bangsa dunia karena kekuatan ekonomi, teknologi, dan militer," dikutip dari dokumen itu, Selasa (24/10/2023).


Kemakmuran Bangsa Indonesia menurut mereka juga harus dibarengi dengan pelestarian alam dan lingkungan. Anies dan Muhaimin membayangkan dalam Indonesia yang makmur, setiap warganya hidup dalam lingkungan yang bersih, bebas polusi, dan terlindungi dari bencana ekologis.


Selain itu, mereka menilai makmur itu sendiri terkait dengan keadilan, karena Indonesia yang makmur adalah negara yang berkeadilan. Maknanya ialah setiap warga negara memiliki akses ke layanan publik tanpa kecuali, kesempatan untuk hidup layak dan bahagia dapat dicapai oleh setiap anak bangsa apapun agamanya, jenis kelaminnya, sukunya, bahasanya, usianya, dan keadaan tubuhnya.


Indonesia yang adil menurut mereka juga bermakna individu memiliki kebebasan berpendapat dan memiliki kesempatan setara untuk menjadi apa saja yang terbaik bagi mereka, mendapat hak dan perlakuan yang sama di depan hukum tanpa terkecuali, serta hak-hak asasi setiap warganya dilindungi oleh Negara sebagai tanggung jawab konstitusional.


"Inilah visi kami yang akan kami wujudkan jika diberi amanah untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029," ujar Anies dan Muhaimin dalam dokumen visi misinya.


Dengan visi tersebut, perwujudannya mereka laksanakan ke dalam delapan misi atau delapan jalan perubahan. Delapan misi tersebut dijabarkan dalam bentuk agenda dan program sebagai berikut:


1. Memastikan Ketersediaan Kebutuhan Pokok dan Biaya Hidup Murah melalui Kemandirian Pangan, Ketahanan Energi, dan Kedaulatan Air.


2. Mengentaskan Kemiskinan dengan Memperluas Kesempatan Berusaha dan Menciptakan Lapangan Kerja, Mewujudkan Upah Berkeadilan, Menjamin Kemajuan Ekonomi Berbasis Kemandirian dan Pemerataan, serta Mendukung Korporasi Indonesia Berhasil di Negeri Sendiri dan Bertumbuh di Kancah Global.


3. Mewujudkan Keadilan Ekologis Berkelanjutan untuk Generasi Mendatang.


4. Membangun Kota dan Desa Berbasis Kawasan yang Manusiawi, Berkeadilan dan Saling Memajukan.


5. Mewujudkan Manusia Indonesia yang Sehat, Cerdas, Produktif, Berakhlak, serta Berbudaya.


6. Mewujudkan Keluarga Indonesia yang Sejahtera dan Bahagia sebagai Akar Kekuatan Bangsa.


7. Memperkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara, serta Meningkatkan Peran dan Kepemimpinan Indonesia dalam Kancah Politik Global untuk Mewujudkan Kepentingan Nasional dan Perdamaian Dunia.


8. Memulihkan Kualitas Demokrasi, Menegakkan Hukum dan HAM, Memberantas Korupsi Tanpa Tebang Pilih, serta Menyelenggarakan Pemerintahan yang Berpihak pada Rakyat.


Anies-Muhaimin pun mematok sejumlah target makroekonomi dan pembangunan dalam visi-misinya. Misalnya, pertumbuhan ekonomi yang mereka targetkan berada pada kisaran 5,5% sampai dengan 6,5% per tahun dalam periode 2025-2029. Tingkat inflasi mereka patok 2-3%.


Tingkat kemiskinan 4%-5%, dan tingkat pengangguran terbuka 3,5%-4% khusus pada 2029. Tingkat kemiskinan ekstrem 0% pada 2026, penciptaan lapangan kerja lebih dari 15 juta pada 2025-2029, rasio pekerja informal terhadap total pekerja 50% pada 2029, indeks gini 0,36-0,37 pada 2029, dan kontribusi industri manufaktur terhadal PDB 22%-23%.


Tax ratio atau rasio pajak mereka targetkan di level 13%-16% pada 2029, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kurang dari 30% pada 2029, serta Incremental Capital Output Ratio (ICOR) atau rasio tambahan modal baru untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi di level 5% pada 2029.


Lalu, Logistic Performance Index di level 3,5 pada 2029, biaya logistik 16%-18% pada 2029, backlog kepemilikan rumah hanya 8 juta pada 2029, prevalensi stunting 11%-12,5% pada 2029, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 74-75 pada 2029, hingga anggaran riset dan pengembangan atau R&D terhadap PDB 0,4%-0,6% pada 2029. (AB001)


Baca artikel menarik lainnya dari AMBONBISNIS.COM di GOOGLE NEWS