Berita Terkini: BI Tingkatkan BI Rate, Dolar AS Tembus Rp16.200 Lagi



AmbonBisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah melemah di awal perdagangan pagi ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS) meskipun Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan.


Berdasarkan data dari Refinitiv, pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (25/4/2024) pukul 09.00 WIB, rupiah langsung melemah sebesar 0,19% menjadi Rp16.180/US$, dalam waktu satu menit harga terus melemah sebesar 0,37% mencapai Rp16.210/US$.


Pelemahan nilai tukar pagi ini menghapuskan kenaikan sehari sebelumnya sebesar 0,40% dan mendekati level terendahnya lagi dalam empat tahun terakhir.


Pelemahan rupiah terjadi setelah Bank Indonesia (BI) secara tak terduga menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 6,25% kemarin, Rabu (24/4/2024). Ini merupakan kenaikan lagi setelah BI menahan suku bunga selama lima bulan berturut-turut.


Rully Wisnubroto, Senior Ekonom Mirae Asset Sekuritas, menyatakan bahwa kenaikan suku bunga ini merupakan langkah yang tepat bagi BI untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah.


"Hal ini sesuai dengan ekspektasi kami, namun melebihi perkiraan konsensus. Saya merasa kenaikan ini lebih untuk mengatasi pelemahan nilai tukar Rupiah dan mencegah pelemahan lebih lanjut," ungkap Rully.


Rully juga menjelaskan bahwa dampaknya tidak akan terlalu besar bagi perekonomian; sebaliknya, jika tidak dinaikkan, akan mengganggu stabilitas ekonomi secara keseluruhan.


"Dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, saya rasa, tidak akan terlalu besar. Sebaliknya, jika tidak ada kenaikan dan Rupiah terus melemah, itu akan mengganggu stabilitas ekonomi secara keseluruhan," tambah Rully.


Pada intinya, kenaikan suku bunga memang dilakukan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Namun, mata uang Garuda tetap melanjutkan tren pelemahannya, menunjukkan bahwa pasar tidak langsung merespons efek kenaikan suku bunga acuan. (AB001)


Baca artikel menarik lainnya dari AMBONBISNIS.COM di GOOGLE NEWS