Gubernur BI Jamin Stabilitas Nilai Tukar Rupiah dengan Berbagai Langkah Intervensi




AmbonBisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memberikan tanggapannya terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi Selasa (16/4/2024). Menurut data dari Refinitiv, rupiah terpantau melemah 1,23% pada pembukaan perdagangan menjadi Rp16.035/US$, dan dalam kurun waktu 30 menit kemudian, rupiah kembali tergelincir sebesar 2,27% ke level psikologis Rp16.200/US$.

Perry menjelaskan bahwa BI akan selalu aktif di pasar untuk memastikan stabilitas nilai tukar. Berbagai langkah intervensi siap diluncurkan untuk mengantisipasi gejolak di pasar. "BI selalu ada di pasar dan kami akan memastikan nilai tukar akan terjaga gitu, kita lakukan intervensi baik melalui spot maupun non delivery forward (NFD)," ujarnya kepada wartawan setelah menghadiri rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta.

Perry juga menegaskan bahwa BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam hal fiskal untuk menjaga stabilitas moneter dan fiskal. BI memastikan keterlibatannya di pasar untuk melaksanakan langkah-langkah stabilisasi yang diperlukan.

Pada pukul 12.00 WIB, rupiah telah menguat menjadi Rp16.170 per dolar AS. Kenaikan ini merupakan hasil dari intervensi yang sudah dilakukan oleh BI, menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. (AB001)

Baca artikel menarik lainnya dari AMBONBISNIS.COM di GOOGLE NEWS